Kekurangan Redmi Note 10 Pro dapat diidentifikasi dari beberapa aspek tertentu pada perangkat tersebut. Meskipun memiliki sejumlah fitur yang menonjol, ada beberapa hal yang mungkin menjadi kendala bagi pengguna. Pertama, desain fisik Redmi Note 10 Pro terdiri dari kaca pada bagian depan dan belakang dengan bingkai plastik. Meskipun menggunakan Gorilla Glass 5, pengguna mungkin merasa kekurangan dalam segi daya tahan fisik, terutama untuk melindungi perangkat dari kerusakan.
Selain itu, meskipun Redmi Note 10 Pro telah dilengkapi dengan layar tipe AMOLED yang menawarkan refresh rate 120Hz, terdapat batasan pada tingkat kecerahan layar, yakni hanya mencapai 450 nits pada tingkat tipikal dan 1200 nits pada tingkat puncak. Hal ini mungkin dapat membatasi pengalaman visual pengguna terutama dalam kondisi pencahayaan yang sangat terang.
Dari segi performa, Redmi Note 10 Pro menggunakan chipset Qualcomm SM7150 Snapdragon 732G yang meskipun sudah mumpuni, tetapi tergolong dalam kategori menengah. Hal ini dapat menciptakan keterbatasan ketika digunakan untuk tugas-tugas yang lebih berat atau aplikasi yang membutuhkan daya komputasi tinggi.
Selain itu, terdapat beberapa kendala lain seperti ketiadaan sertifikasi tahan air yang lebih tinggi, seperti IP67 atau IP68. Meskipun perangkat ini memiliki tingkat perlindungan IP53 yang melibatkan ketahanan terhadap debu dan percikan air, hal ini mungkin kurang memadai bagi pengguna yang menginginkan perlindungan lebih ekstensif terhadap air.
Penting juga untuk dicatat bahwa harga Redmi Note 10 Pro, meskipun relatif terjangkau, bisa menjadi kekurangan bagi sebagian calon pembeli yang mungkin memiliki anggaran yang lebih ketat. Dengan demikian, potensi pembeli perlu mempertimbangkan dengan cermat kekurangan-kekurangan ini sebelum membuat keputusan pembelian.